Comfiks Online Shop | Klik Like/Suka untuk melihat koleksi terbaru

Monday, July 21, 2014

comments
Posted in

Ayah, Kebahagiaan Anak Yatim dan Rasulullah

Strong Palestine Children
"Allahu akbar Allahu akbar, Laa ilaaha ilallahu Allahu akbar. Allahu akbar, wa lillahilhamdu", Kumandang takbir membahana di seluruh penjuru kota, perjuangan selama satu bulan penuh melawan lapar haus dan hawa nafsu telah selesai. Hati orang-orang galau karena ditinggal pergi oleh bulan yang tiada dapat dihitung kemegahannya, namun di satu sisi mereka pun senang karena kemenangan telah didapat dan gelar Muttaqin segera diraih.

Bagaimana perasaanmu wahai Lelaki Yang Terpuji? Surat Al-A'laa dan Al-Ghaasyiyah yang kau baca dalam dua rakaat salat hari raya dengan suara merdumu cukuplah membuat para sahabatmu terharu. Apalagi jika sesungguhnya sahabatmu mengetahui bahwa itulah hari raya Idul Fitri terakhirmu, wahai Lelaki Yang Bersahaja. Setelah engkau sampaikan khutbah, Engkau jabat tangan mereka dan engkau dekap dalam dekapanmu yang hangat dan penuh kasih sayang.

Seperti halnya kebiasaannya di hari raya yang telah berlalu, Rasulullah berjalan pulang melalui jalan yang berbeda. Ia dapati seorang anak yang terisak-isak, jauh dari teman-temannya dan jauh pula dari keceriaan. Mata anak itu telah lebam oleh tangis, suaranya serak dan sesenggukan, pakaiannya tak lagi layak pakai, penuh robekan dan tambalan serta kumal. Rasulullah menghampiri anak kecil itu, dengan nada suara yang penuh sajaha dan kriteria kebapakan yang luar biasa ia berkata sambil meletakkan tangannya yang lebih wangi dari bunga mawar ke atas kepala anak itu, "Wahai anakku, kenapa engkau menangis? Kenapa tidak bermain bersama teman-temanmu? Bukankah ini hari raya, mestinya engkau bersenang-senang."

Dengan wajah sendu, anak kecil perempuan itu menjawab kata-kata dari orang yang sebenarnya belum ia kenal,"Bagaimana mungkin aku dapat bersenang-senang di hari raya? Sedangkan aku sudah tak memiliki ayah lagi. Ayah yang pernah membelikanku sebuah gaun saat hari raya tahun lalu telah dipanggil oleh Allah saat ia berjuang bersama Rasulullah di medan perang, sedangkan ibuku menikah dengan seorang lelaki kejam yang mengusirku dari rumah. Ayahku telah tiada dan kini aku telah menjadi yatim. Kalau bukan untuknya, untuk siapa lagi tangis ini keluar?" Air mata anak itu terus mengalir deras, sudah basah mukanya oleh air mata yang tak kunjung berhenti.

Rasulullah saw yang sangat menyantuni anak yatim tak tahan mendengarnya, bulir-bulir air mata mengalir dari sudut matanya, membasahi wajahnya yang mulia dan indah dipandang. Langsung ia peluk tubuh anak kecil itu, tak peduli dengan bau dan kotornya."Wahai anakku, sekarang aku ingin bertanya padamu. Maukah kau menjadikan aku ini sebagai ayahmu, Aisyah sebagai ibumu, Fatimah sebagai kakakmu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain sebagai saudaramu?"

Anak kecil itu terkejut saat menyadari bahwa orang yang telah ia jadikan sebagai tempat mencurahkan kesedihannya adalah Rasulullah. Tubuhnya merinding. Raut wajahnya secepat kilat berubah menjadi cerah. Kata-katanya tertahan seakan tak dapat berbicara. Hanya anggukan tanda persetujuan.

Anak kecil itu berjalan sambil bergandengan tangan dengan Rasulullah, penuh kasih. Hatinya bahagia tak terperi, derap jiwanya sangat indah. Adakah yang lebih membahagiakan dibanding menjadi anak seorang manusia yang paling mulia? Bahkan teman-teman anak itu bergumam, "Seandainya ayah kami juga terbunuh." Sungguh luar biasa cintamu pada seorang yatim, wahai Lelaki Yang Penyantun.

Anak kecil itu dirawat dengan baik, ia diberikan gaun, rambutnya disisir rapi, dan seluruh keluarga Rasulullah memperlakukannya dengan baik.

Namun kebahagiannya tak bertahan lama, beberapa bulan setelah peristiwa itu, Rasulullah wafat. Hati anak kecil itu kembali bersedih, ia keluar dari rumah Rasulullah dan menaburkan debu di atas kepalanya sebagai tanda kesedihan yang teramat dalam. "Kini aku kembali menjadi yatim," air matanya kembali bercucuran. Yatim, menjadi yatim kembali.......

Setelah Rasulullah wafat, ia diasuh oleh Ali bin Abi Thalib (Dalam riwayat lain ia diasuh oleh Abu Bakar Shiddiq)

"Barang siapa mencintai dan menyantuni anak-anak yatim, kelak akan hidup berdampingan bersamaku di surga." kata Nabi Muhammad SAW.

Itulah sedikit dari banyak kisah Rasulullah bersama anak yatim. Semestinya menginspirasi bagi yang mau menerima.

Santunilah anak yatim, usap kepalanya. Kalau melihat bakul anak yatim di mesjid, maka isi dengan uangmu, apa susahnya? Jangan pernah kita hardik, karena Allah akan murka. Orang-orang yang menghardik anak yatim termasuk dalam golongan orang-orang yang mendustakan agama.

Berbagi itu indah. Rasakan dan ketahuilah bahwa sebenarnya, saat kita berbagi kepada orang yang membutuhkan, maka pihak yang paling berbahagia bukanlah yang diberi, melainkan yang memberi.

Sumbernya http://de.tk/6PPvAb by Soni Indrayana

Thursday, July 17, 2014

comments
Posted in

33 Kata-kata Positif Bunda Yang Dapat Memotivasi Anak Menjadi Luar Biasa

Thank You Bunda for Your Every Positive Word
Berikut ini adalah kata-kata ajaib yang dapat bunda sampaikan kepada anak-anak dalam keseharian agar mereka merasa dicintai, lebih percaya diri dan dapat tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa sesuai dengan karakter masing-masing.

Kalau si kecil punya karakter ceria, santai, gembira, mudah bersosialisasi, periang, optimistik


1. “Lucunya anak Mama!”
2. “Iya, boleh kok main sama teman-temanmu.”
3. “Wah, bagus. Kreatif banget, Nak!”
4. “Mama nggak apa-apa kalau kamu mau berubah pikiran.”
5. “Hmm…bagus lho idemu.”
6. “Hebat, anak Mama cepat belajar!”
7. “Kamu boleh berteman sama siapa aja.”
8. “Mama senang bisa ngobrol sama kamu.”

Ketika si kecil cenderung sensitif, halus, lembut emosional dan mencintai kedamaian

9. “Anak Mama manis banget, sih.”
10. “Nggak apa-apa kalau kamu mau pikir-pikir dulu, Sayang…”
11. “Pertanyaanmu cerdas, Nak! Makasih udah mau nanya sama Mama.”
12. “Percaya sama intuisimu aja, Nak.”
13. “Hebat lho kamu bisa berteman sama mereka. Padahal, mereka jahat sama kamu.”
14. “Kamu boleh berpikir dulu sebelum ambil keputusan.”

Jika sifat dan sikapnya tegas

15. “Kamu anak yang kuat. Pasti kamu bisa, asal kamu yakin sama diri sendiri.”
16. “Anak Papa emang hebat!”
17. “Terserah mau temenan sama siapa. Yang menurutmu paling cocok aja.”
18. “Papa percaya, kamu bisa”
19. “Kamu luar biasa, Sayang!

Ketika si kecil sangat serius, cerdas, berwawasan luas, konsisten dan kritis

20. “Wah, kamu teliti sekali!”
21. “Berpikir sebelum mengambil keputusan itu bagus lho.”
22. “Mama bangga, kamu bisa peduli dengan sesamamu.”
23. “Kamu cerdas, Nak. Gunakan untuk orang lain juga, ya.”
24. “Nggak apa-apa kalau lagi males ngomong…”
anak males ngomong
25. “Mama menghargai pilihan kamu.”

Selain itu, kata-kata positif ini juga bermanfaat bagi mereka
26. “Selamat datang ke dunia, Sayang. Kelahiranmu adalah berkah buat dunia ini.”
27. “Kamu bisa jadi apapun yang kamu mau. Mama dan Papa akan selalu mendukungmu.”
28. “Kamu nggak harus sependapat sama Mama dan Papa. Berbeda itu nggak dosa, kok.”
29. “Nggak ada salahnya mencoba hal-hal baru.”
30. “Kamu pasti bisa sukses dengan menjadi dirimu sendiri.”
jadi diri sendiri
31. “Jangan takut salah. Kalau pernah salah, berarti kamu sudah belajar.”
32. “Kamu bisa terus belajar seumur hidupmu.”
33. “Mama dan Papa menyayangimu apa adanya.”

Sumbernya http://www.hipwee.com/inspirasi/sampaikan-pesan-ini-pada-anak-anakmu-kelak/

Advertorial

Dapatkan subsidi ongkos kirim untuk pembelian Baju Menyusui Nuratina di facebook.com/BajuMenyusuiNuratina
Hotline klik bit.ly/chatwanuratina



comments
Posted in

Nama Korban Insiden Pesawat Malaysia Airlines dari Indonesia

Nama Korban Insiden Pesawat Malaysia Airlines dari Indonesia
Nama-nama korban dari Indonesia dalam insiden pesawat Malaysia Airlines ditembak roket di Ukraina, informasi ini didapatkan dari pihak Malaysia Airlines yang diteruskan oleh Atase Perhubungan KBRI Malaysia dan disampaikan melalui Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata sebagai berikut:

1. Mr Hadiono Gunawan
2. Mrs Yodricunda Theistiasih
3. Mrs Ketut Wiartini
4. Mrs Yuli Hastini
5. Mrs Vickiline Kurniati Kardia
6. Mrs Supartini
7. Mr Hendry
8. Ms Gerda Leliana Lahenda
9. MSTR Werther Smallenburg
10. Mrs Jane M Adi Soetjipto
11. Mr Wayan Sujana
12. MSTR Clarice Yelena Huizen (bayi)

Sumbernya http://news.detik.com/read/2014/07/18/082310/2640779/1148/ini-nama-nama-wni-di-pesawat-mh17-yang-diroket-di-ukraina?991104topnews
comments
Posted in

Ibu Melahirkan Bayi Kembar 11 Benarkah?

Ibu Melahirkan Bayi Kembar 11 Benarkah?
Akhir-akhir ini banyak melihat sharing foto 11 bayi kembar dengan keterangan bahwa seorang ibu di India berhasil memecahkan rekor dunia melahirkan bayi kembar 11 dalam waktu yang sama. Fotonya sangat meyakinkan karena ada foto ibu yang sedang hamil besar bingit dan foto 11 bayi berjejer di troli rumah bersalin bersama dokter serta perawat/bidan yang melihatnya.

Merasa agak aneh, saya coba telusuri kebenarannya dan dari salah satu website yang meneliti berita-berita heboh ditemukan fakta bahwa foto bayi tersebut adalah nyata akan tetapi bukan bayi yang lahir dari rahim ibu yang sama. Karena kenyataannya foto itu mengambarkan 11 bayi yang semua lahir pada tanggal unik, yaitu tanggal 11 bulan 11 tahun 11 (2011) di sebuah kota di India bernama Surat.

Menurut artikel dari surat kabar Times od India diperoleh keterangan sebagai berikut "SURAT: pusat bayi tabung di kota akan melakukan operasi pada 11 calon ibu yang menginginkan bayinya lahir pada hari Jumat, 11/11/11. Sekitar 30 wanita yang hamil melalui IVF sembilan bulan lalu di 21st Century Hospital di kota Surat, 11 pasangan diantara mereka menginginkan kelahiran bayinya pada tanggal spesial tersebut"

Jadi foto tersebut adalah asli tetapi keterangan yang menyebutkan bahwa foto tersebut merupakan foto kelahiran 11 bayi kembar adalah palsu tidak asli alias HOAX.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa kelahiran bayi kembar terbanyak dari satu ibu adalah 9 bayi. Pada tahun 1971 wanita Australia melahirkan 9 bayi kembar tidak satupun bayi hidup lebih dari 6 hari. lalu, pada tahun 1999 di Malaysia juga ada ibu melahirkan 9 bayi kembar tetapi semuanya meninggal 6 jam setelah kelahiran.

Jadi jangan buru-buru percaya kabar kabur ya...

Referensi http://www.hoax-slayer.com/eleven-babies-hoax.shtml

Sunday, July 13, 2014

comments
Posted in

Jerman Juara Piala Dunia 2014 Brazil Melalui Gol Mario Goetze

Gol Tunggal Mario Goetze Menjadikan Jerman Juara Piala Dunia 2014 Brazil
Jerman menjadi juara piala dunia Brazil 2014 setelah mengalahkan Argentina pada pertandingan final. Gol semata wayang dari Mario Goetze pada menit ke-111 babak tambahan kedua membenamkan harapan para pemain dan suporter tim Argentina.

Monday, July 7, 2014

comments
Posted in

Orang Pintar Versus Orang Bodoh Menurut Bob Sadino

Dumb People Versus Smart People
  1. Terlalu Banyak Ide
    Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang bodoh mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.
  2. Miskin Keberanian Untuk Memulai
    Orang bodoh biasanya lebih berani dibanding orang pintar, kenapa? Karena orang bodoh sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang pintar telalu banyak pertimbangan.
  3. Telalu Pandai Menganalisis
    Sebagian besar orang pintar sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang bodoh tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

  4. Ingin Cepat Sukses
    Orang pintar merasa mampu melakukanberbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkan hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang bodoh merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.
  5. Tidak Berani Mimpi Besar
    Orang pintar berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang bodoh tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.
  6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi
    Orang pintar menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang bodoh berpikir, dia pun bisa berbisnis.
  7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai
    Orang pintar yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang bodoh tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.
  8. Maunya Dikerjakan Sendiri
    Orang pintar berpikir aku pasti bisa mengerjakan semuanya, sedangkan orang bodoh menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.
  9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan
    Orang pintar menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang bodoh berpikir simpel, yang penting produknya terjual.
  10. Tidak Fokus
    Orang Pintar sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang bodoh tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.
  11. Tidak Peduli Konsumen
    Orang pintar sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang bodoh? Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.
  12. Abaikan Kualitas
    Orang bodoh kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberitahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang pintar sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.
  13. Tidak Tahu Prioritas
    Orang pintar sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang bodoh? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas.
  14. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas
    Banyak orang bodoh yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang pintar malas untuk berkerja keras dan sok cerdas.
  15. Mudah Menyerah
    Orang pintar merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang bodoh seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.
  16. Melupakan Keluarga
    Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin menguras waktu dan tenaga.
"Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki, terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak...", Bob Sadino
Sumber dari http://kask.us/htUFR oleh jflgags
comments
Posted in

Mengembangkan Kemampuan Bicara Batita


KOMPAS.com - Kebanyakan anak berlajar satu kata baru perminggu antara usia 18 bulan sampai 2 tahun. Rata-rata anak sudah mampu mengatakan sekitar 50 sampai 100 kata pada usia 2 tahun. Untuk mengembangkan kemampuannya berbahasa, ajaklah batita berbicara sepanjang hari tentang berbagai hal.

Semakin banyak orangtua berbicara kepada si batita, semakin banyak pula kata yang akan dipelajarinya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan berbicara batita sekaligus memperkaya kosakatanya:

- Berbicaralah pada batita selama melakukan aktivitas bersamanya
Ajak ia bicara saat mandi, memilih pakaian, mengenakan pakaian sehabis mandi, dan seterusnya. Ucapkan apa yang Anda lakukan, sehingga batita dapat mengaitkan kaya yang diucapkan ayah-ibunya dengan aktivitas yang sedang dilakukan. Misalnya, "Ayo kita mandi. Kita siram dulu tangannya, lalu kaki. Nah, sekarang mukanya.." dan seterusnya.

Ungkapkan semua yang dilakukan orangtua dalam kata-kata sehingga batita bisa mendengar lebih banyak. Kenalkan pula ia dengan kata baru setiap hari.

- Bacakan lebih banyak buku cerita kepada anak
Kreasikan cara membaca cerita agar lebih menarik. Bila perlu, ubahlah suara ayah-ibu sesuai dengan karakter pada tema cerita yang dibacakan. Membacakan buku cerita dan mendongeng merupakan salah satu cara untuk mengenalkan anak dengan kata-kata baru.

Jangan menggantikan aktivitas mendongeng dengan tayangan televisi karena yang batita butuhkan adalah intonasi yang jelas dan tempo yang tepat seperti saat kita berbicara. Bahasa televisi terlalu cepat bagi batita dibandingkan dengan kemampuannya untuk memahami makna dari kata yang diucapkan. Di samping itu, bahasa televisi tidak interaktif. Batita butuh berinteraksi dengan orang lain untuk memperkaya pengetahuannya.

- Tunjukkan bentuk nyatanya
Untuk membantu anak lebih cepat belajar bahasa, orangtua dapat mengatakan sesuatu kepada anak sambil menunjukkan wujud nyata dari kata yang dimaksud. Misalnya, pada saat berada di jalan, ibu dapat mengatakan, "Itu truk," sambil menunjukkan truk yang ada di depannya. Batita akan senang dengan "permainan" ini.

Ibu dapat mengajak batita ke kebun binatang dan menyebutkan benda serta binatang yang ada di sana sambil menunjukkan bentuk fisiknya. Menunjuk, menyebut, dan menjelaskan sebuah benda akan memicu bukan hanya perkembangan bahasa, tapi juga perkembangan kognitif dan sosial anak.

Sumbernya dari health.kompas.com

Jangan khawatir anak terlambat berbicara karena bisa jadi otak kirinya yang lebih dominan, yang terpenting berikan lingkungan yang berbicara dan sering ajak bicara hal-hal yang baik.

Sunday, July 6, 2014

comments
Posted in

Heboh Bayi Dikubur Tetap Hidup di Simalungun Sumut

Bayi Tak Berdosa Tetap Hidup Meski Telah Dikubur di Simalungun Sumut
Simalungun - Sesosok bayi perempuan ditemukan dalam keadaan hidup meski dikubur. Bayi itu ditemukan di perladangan milik warga di Dusun Huta Kahean I, Desa Kahean, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Bayi perempuan yang diperkirakan baru dilahirkan itu pertama kali ditemukan Umian Izrail (34) Minggu (6/7/2014). Sekitar pukul 10.00 WIB, Umian berangkat ke ladang miliknya yang berada persis di samping rumah. Saat akan menyisip tanaman singkong, tiba-tiba pria lajang itu mendengar suara tangis dari arah pepohonan pisang.

"Pertama sempat nyari-nyari. Eh gak tahunya suaranya dari dalam gundukan tanah," ujar Umian Izrail kepada detikcom.

Penasaran dengan suara tangis bayi, Umian membongkar gundukan. Ia sempat terkejut, ketika mengetahui sesosok bayi dikubur dalam keadaan hidup.

"Gitu ku lihat bayi, aku lari dan manggil warga," jelas Umian.

Untuk menyelamatkan nyawa bayi, bayi dilarikan ke praktek bidan yang ada di desa. Setelah mendapat pertolongan, warga kemudian melaporkan temuan meraka ke polisi. Tak lama kemudian aparat kepolisian dari Polres Simalungun tiba di tempat temuan bayi.

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Wilson BF Pasaribu menjelaskan, bayi perempuan berusia antara 2 hingga 3 hari.

"Perkiraan dokter usia bayi berjenis kelamin perempuan sekitar 2 sampai 3 hari. Yang pasti baru dilahirkan karena masih ada tali pusar di tubuh bayi," ungkap AKP Wilson BF Pasaribu.

Ditambahkannya, bayi diduga kuat hasil hubungan gelap. Pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi.

"Saksi-saksi sedang kita mintai keterangan. Anggota juga sedang mengumpulkan data warga yang dalam kondisi hamil," jelas Pasaribu.

Saat ini bayi berada di Rumah Sakit Mina Padi Simalungun untuk mendapat perawatan intensif. Bayi sendiri meski dipasangi selang infus, kondisinya cukup stabil.
Kutipan berita dari detikcom tersebut sekali lagi membuat miris betapa hati nurani sudah tertutupi.

Thursday, July 3, 2014

comments
Posted in

Waspada Parcel Lebaran Masa Kadaluarsa Hampir Habis

Parcel Lebaran 2014
Parcel Lebaran 2014
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan konsumen supaya berhati-hati membeli parcel yang mulai beredar di pasaran saat puasa berlangsung. "Kadang barang setengah kadaluarsa atau mau habis (masa edar) itu kita temukan dalam parcel," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo, saat dihubungi Tempo, Kamis, 29 Mei 2014.

Menurut Sudaryatmo, konsumen berhak menanyakan ihwal keamanan barang atau produk yang beredar, sehingga perusahaan wajib melakukan pengecekan termasuk menarik barang yang segera kedaluwarsa. "Nah, paket parcel itu biasanya jadi kesempatan menjual barang itu (menjelang kedaluwarsa)," kata dia.

Momen puasa dan Lebaran, kata dia, merupakan kesempatan bagi perusahaan meningkatkan omzet penjualan. Mereka berupaya menghabiskan semua stok barang meskipun dengan harga miring, termasuk dengan menyelipkan barang setengah kedaluwarsa. "Amati dengan teliti mulai barangnya sampai harganya," kata Sudaryatmo.

Selama momen tersebut, Sudaryatmo mengimbuhkan, perusahaan gencar menawarkan beragam barang dagangnnya melalui promo yang menggiurkan, sehingga konsumen diminta tetap waspada dan jangan terkecoh dengan harga murah. "Cek harganya wajar atau tidak, kalau terlalu murah justru kita harus waspada."

Untuk menghindari hal tersebut, Sudaryatmo meminta pemerintah melakukan pengawasan secara berkala kepada semua perusahaan pembuat parcel, serta mengajak masyarakat tetap berhati-hati. "Meskipun kita mendapat hadiah, konsumen berhak mengecek dan menanyakan nama perusahaannya," kata dia.

Tips Aman Membeli Parcel Lebaran 2014

Momen puasa yang bakal segera dijalani warga muslim Tanah Air menjadi kesempatan perusahaan meningkatkan penjualan produknya. Beragam produk makanan tak terkecuali paket parcel siap membanjiri pasar selama momen tersebut berlangsung.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengingatkan agar konsumen tetap berhati-hati membeli setiap barang termasuk paket parcel yang akan diberikan.

Untuk memberikan rasa aman bagi konsumen, Sudaryatmo memberikan beberapa tips dalam membeli paketan parcel. Pertama, ketahui perusahaan pembuat parcel tersebut. "Kalau perusahaannya tidak jelas, mendingan setop dulu, jangan beli," kata dia kepada Tempo, Kamis, 29 Mei 2014.

Kedua, amati atau periksa seluruh barang dalam parcel yang akan dibeli. Apakah paketnya diisi barang impor atau produk lokal. "Perusahaan harus menjelaskan secara detail agar konsumen tahu," ujar Sudaryatmo. "Pembeli parcel itu tidak semuanya mengerti ihwal masa kadaluarsa suatu barang."

Ketiga, kata Sudaryatmo, bandingkan harga paket parcel yang ditawarkan antara satu perusahaan dengan yang lainnya. Jika mencurigakan, konsumen diharapkan mengurungkan membeli paket tersebut. "Kalau parcelnya terlalu murah jelas kita harus curiga," kata dia.

Keempat, belilah parcel di tempat netral atau pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan atau mal yang dibantu dengan petugas yang bisa menjelaskan isi paketan tersebut. "Pokoknya jangan beli parcel di tempat yang tidak lumrah, seperti pinggir jalan," ujar Sudaryatmo.

Sumbernya Tempo.co

Wednesday, July 2, 2014

comments
Posted in

Cara Mendidik Anak Orang Tua Dulu dan Sekarang Pilih Mana?

  1. Cara Didik Ortu Jaman Dulu (1960's - 1990's)

    CIRI-CIRI

    Pertama-tama izinkan ane meminta maaf jika tahun yang ane perkirakan salah, namun ini adalah perkiraan saja karena ortu ane lahir tahun 60-an, jadi ane menggeneralisasikan saja. Baik, ciri-ciri versi didik ini adalah:
    1. Mendidik secara keras
      Ya cara didik ortu jaman dulu cenderung keras, baik keras secara fisik maupun keras omongan/omelannya, namun orang tua jaman dulu kalo ane bilang lebih bersikap layaknya pemimpin kepada prajurit (militan).
    2. Mendidik melarang ini-itu
      Orang tua jaman dulu sangat protektif terhadap anak, sehingga melarang hal-hal yang tidak sesuai dengan ideologi mereka. Misalnya, si anak suka banget main gitar, namun orang tua lebih menganggap matematika 'lebih menampilkan tingkat edukasi yang baik' dibanding skill gitar makanya ortu melarang anaknya terus-menerus main gitar. Makanya tidak heran saat raport bokap ane nilai B. Indo 6 ga dimarahin, tapi pas Matematika dapet poin 7 saja udah dimarahin, hahaha.
    3. Mendidik cenderung memaksa kehendak
      Nah ini pengalaman ortu ane nih gan. Dulunya beliau ingin sekali masuk jajaran TNI. Namun, kakek ane tidak setuju sama sekali, kakek ane ingin bokap ane jadi insinyur saja, karena taraf pendidikan insinyur 'dianggap' lebih baik daripada seorang anggota TNI.
    4. Galak terhadap pacar si anak (khususnya anak perempuan)
      So pasti ini jadi momok tersendiri bagi anak laki-laki pada zaman dulu. Menghadapi camer (calon mertua) bak menghadapi dosen/guru killer hahah 

    EFEK POSITIF
    Oke setelah ngebahas ciri-ciri selanjutnya kita masuk ke efek positif style didik ortu jaman dulu, cekidot:
    1. Anak-anak lebih disiplin dan taat ortu
      Dengan ajaran yang keras, anak-anak jadi disiplin dan taat orang tua sudah dibuktikan dengan bokap ane yang selalu taat jam belajar, jam pulang sekolah, taat beribadah pula, dll.
    2. Anak-anak lebih menghargai setiap kesempatan (waktu)
      Karena disiplin, anak-anak pun sangat menghargai waktu dengan mengisi dengan hal-hal berguna seperti belajar
    3. Anak-anak lebih mandiri
      Anak-anak terbiasa hidup mandiri. Contohnya bokap ane dulu takut sekali dengan kakek ane kalo mau minta ajarin matematika 3x. Diajarin 1x-2x saja sudah cukup seharusnya kata kakek ane. makanya bokap ane lebih mandiri dalam belajar, belajar sendiri sampe paham (entah paham bener apa kagak LOL).
    4. Anak-anak jarang buat kesalahan, dan menyusahkan orang tua.
      Karena didik dengan keras pula anak jadi takut membuat kesalahan dan menyusahkan orang tua. Ya lihat saja jika buat kesalahan satu, dimarahinnya ngeri gan

    EFEK NEGATIF
    Oke sekarang apa aja sih efek negatifnya?? Mari kita lihat:
    1. Anak-anak terpaksa melakukan yang diinginkan orang tua.
      Ya karena pemaksaan itu sebenarnya sangat tidak baik gan, efeknya bakal melukai batin kita apalagi sejak masa kanak-kanak sudah dipaksa kasihan sekali gan. Ingatlah, hal yang dipaksakan akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik!
    2. Anak-anak disakiti secara fisik
      Hal ini tidak kalah menyakitkan daripada paksaan mental. Karena ortu jaman dulu menganggap pukulin anak biar kapok.
    3. Anak-anak terpaksa takut ortu, udah gedenya malah dendam gak mau urus ortu
      Ada om ane yang sekarang ini menjadi sangat membangkang terhadap ortunya padahal dulu waktu beliau kecil sangat patuh terhadap ortunya. Yang ane simpulkan mungkin beliau dendam dengan ortunya. Setelah beliau sukses dan berkeluarga, ortunya menjadi tidak dianggap.

  2. Cara Didik Ortu Jaman Sekarang (1990's - sekarang)

    CIRI-CIRI

    Oke kita masuk ke cara didik ortu jaman modern ini, ciri-cirinya adalah:
    1. Minoritas masih keras, kebanyakan yang menengah (tidak terlalu keras tidak terlalu lembut pula), ada juga yang woles.
      Gaya didik ortu jaman sekarang cenderung tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut, yang penting si anak bisa menempatkan diri dengan baik. Contohnya ane boleh aja pulang malem pas SMA asal dengan teman-teman yang jelas (ortu ane juga kenal temen-temen ane). Tapi ada juga yang woles sama-sekali, kayak bokap temen ane udah umur 40an, tapi masih suka nge-beer haha. Bahkan bareng anaknya juga pernah kata temen ane itu hahaha.
    2.  Lebih berorientasi kepada bakat anak
      Matematika sekarang ini bukan lagi tolak ukur anak pintar atau bodoh. Namun, secara real ortu sekarang fokus juga kepada kegiatan ekstrakurikuler anak, misalnya les gitar, les dance, les nyanyi, les futsal, dll. Intinya, apakah ente yakin gak Cristiano Ronaldo jago ngulik gitar lebih daripada Slash? Sebalinya apakah Slash jago gocek bola lebih daripada CR? Tentu tidak, karena semua orang punya bakat masing-masing inilah yang orang tua jaman sekarang mulai eksplor.
    3. Memfasilitasi anak dengan berbagai teknologi
      Orang tua jaman sekarang memfasilitasi dengan berbagai teknologi dengan harapan si anak bisa bertumbuh dengan baik melalui teknologi tersebut. Lagipula, pikir mereka, bukankah teknologi diciptakan untuk membantu? Namun benarkah begitu adanya??
    4. Rata-rata baik dengan pacar si anak
      Udah ngerti lah gan.....

    EFEK POSITIF
    Nah efek positifnya apa aja?
    1. Anak-anak lebih kreatif
      Dengan sokongan orang tua terhadap bakat anak, anak-anak pun tumbuh dengan lebih kreatif.
    2. Anak-anak diberi kebebasan untuk mengatur tujuan dirinya
      Tujuan itu pasti dimiliki setiap orang. Orang tua jaman sekarang lebih fleksibel dan tidak terpaku tujuan dirinya sendiri. Oleh karena itu tidak ada pemaksaan kehendak lagi saat anaknya misalnya ingin melanjutkan kuliah di tempat yang diinginkannya. Namun, ortu juga tidak serta-merta lepas tanggung jawab, namun tetap harus mempertimbangkan keputusan anaknya apakah baik atau tidak.
    3. Anak-anak lebih dekat dengan orang tua
      Relatif sih tapi ini yang ane rasakan sendiri. Ane dekat dengan kedua ortu ane sering sekali ane ngobrol dengan mereka seperti ngobrol kepada teman. Ngobrol mengenai banyak hal, seperti cewek, kuliah, kerja, politik, dll.

    EFEK NEGATIF

    Dan inilah efek negatifnya:
    1. Melahirkan generasi anak manja
      Sudah terbiasa banyak fasilitas dan dilayani, anak-anak sekarang jadi pada manja gan.
    2. Melahirkan generasi anak 'autis' gadget
      Ane rasa agan sudah ngerti akan fenomena ini.....
    3. Anak lebih suka membangkang ortu dan kurang hormat ortu
      Karena tidak dididik dengan tegas bisa membuat anak jadi suka membangkang gan.
KESIMPULAN
Kesimpulan yang ane mau bagikan ke agan-agan adalah:
  1. cara didik ortu jaman dulu lebih membuat anak menjadi pintar namun kurang kreatif karena anak cenderung dipaksakan.
  2. cara didik ortu jaman sekarang membuat anak lebih kreatif bahkan saking kreatifnya bisa menjadi hal negatif, seperti asal coret dengan pilox di dinding tetangga misalnya. Ya kreatif namun tidak pintar.
PENUTUP
Oh ya sebagai kaskuser yang baik ane tidak lupa mencantumkan sumber:
  1. Sumber kata-kata--> terinspirasi dari cerita ortu ane, om ane, teman-teman ane, dan ane sendiri
  2. Sumber gambar, ya baru dari sang maestro Maestro Google
Sumbernya dari http://kask.us/hHSo8 by gultomicro