![]() |
| Wabah Penyakit Virus Ebola (EVD) dan Gejala Infeksinya |
Periode inkubasinya dapat berkisar dari 2 sampai 21 hari tetapi umumnya 5-10 hari. Awal gejala termasuk demam tinggi, sakit kepala parah, sakit perut, kelemahan parah, kelelahan, sakit tenggorokan, mual, pusing, internal dan eksternal pendarahan. Gejala-gejala awal ini bisa mirip dengan malaria, demam tipus, disentri, influenza, atau berbagai infeksi bakteri lain.
Ebola lalu dapat menyebabkan gejala yang lebih serius, seperti diare, kotoran berdarah atau gelap, muntah darah, mata merah, distension dan pendarahan arteriola sclerotic, petechia, penyakit ruam dan purpura. Gejala lain, sekunder termasuk hipotensi, hypovolemia dan tachycardia. Interior pendarahan yang disebabkan oleh reaksi antara virus dan platelet yang memproduksi bahan kimia yang akan dipotong sel-ukuran lubang dinding kapiler.
Kadang-kadang terjadi internal dan eksternal pendarahan dari lubang, seperti hidung dan mulut, juga dapat terjadi, juga dari luka-luka yang sembuh belum sepenuhnya diketahui cirinya seperti jarum-lubang situs. Ebola virus dapat mempengaruhi tingkat sel darah putih dan platelet, mengganggu pembekuan darah.
Kasus EVD dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat karena berpotensi menyebar dan memiliki angka kematian yang tinggi, yaitu dapat mencapai 90%. Kejadian luar biasa EVD merupakan peristiwa yang jarang terjadi dan demam berdarah virus menjadi salah satu penyakit yang mendapatkan perhatian khusus dalam IHR (2005).
Penguatan, pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi intervensi prioritas. Selain itu,upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan diri untuk mencegah penyebaran virus, termasuk cuci tangan, cara merawat orang sakit secara aman di masyarakat, pemakaian alat pelindung diri saat bersentuhan dengan benda yang berpotensi terkontaminasi darah dan cairan tubuh orang sakit atau saat melakukan pembersihan lingkungan dan disinfeksi, serta cara pemakaman yang aman.
Situasi ini adalah situasi yang dapat berubah dengan cepat. Jumlah kasus dan kematian yang dilaporkan, jumlah kontak yang berada di bawah pengawasan medis dan jumlah hasil laboratorium dapat berubah dipengaruhi oleh kegiatan surveilans ketat, pelacakan kontak, dan pemeriksaan laboratorium yang sedang berlangsung.
Hasil penelusuran dan penelitian mendapatkan bahwa wabah Ebola sekarang ini kemungkinan besar bermula dari seorang anak usia 2 tahun yang meninggal 6 Desember 2013, setelah beberapa hari sakit.
Anak itu tinggal di desa Gueckedou, Guinea, yang juga dekat Sierra Leonne dan Liberia. Seminggu setelah anak ini wafat, maka Ibu nya juga meninggal dunia, lalu kakak perempuannya yang berusia 3 tahun, lalu neneknya juga wafat. Semua dengan gejala demam, muntah dan diare. Penyakit kemudian berkembang luas ke penduduk sekitar, termasuk juga petugas kesehatannya. Salah satu kemungkinannya adalah tertular dari hewan, mungkin kelelawar, atau dari buah-buahan yang terkontaminasi dari binatang yang sakit ebola.
Untuk menghadapi Ebola ini, sedang dilakukan eksperimen dengan obat bernama ZMapp, yang kini digunakan untuk mengobati petugas Amerika Serikat yang terkena Ebola di Afrika. Obat ini sebenarnya masih dalam proses penelitian (eksperimen), dan keamanannya pada manusia belum pernah diteliti, dan baru pernah dicoba pada monyet percobaan. Tapi memang obat ini digunakan pada dua pasien Amerika itu karena belum ada pilihan lain.
Pimpinan dunia dan organisasi kesehatan internasional ikut turun taangan membantu penangggulangan ebola, tetapi masalah penyakit terus berkembang luas. Puncaknya, pada 8 Agustus 2014, WHO menyatakan ebola sebagai penyakit yang tergolong darurat kesehatan masyarakat atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).
Badan Kesehatan Internasional PBB, WHO menyatakan bahwa wabah Ebola menjadi ancaman global, setelah lebih dari 900 jiwa menjadi korban keganasan wabah ini di Afrika Barat. Vrus ini dapat menular dan mewabah begitu cepat, berikut fakta-fakta cara penularan virus Ebola menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO):
- Penyakit yang diakibatkan infeksi Virus Ebola / Ebola virus disease (EVD) memiliki risiko kematin tinggi apabila menginfeksi manusia, yaitu mencapai 90%.
- Wabah EVD secara endemik khusus terjadi di pedesaan terpencil di Afrika Tengah dan Afrika Barat di daerah hutan tropis.
- Virus Ebola ditransmisikan dari binatang liar kepada manusia. Virus ini kemudian menyebar dalam populasi manusia melalui penularan dari manusia ke manusia.
- Diduga, kelelawar buah dari keluarga Pteropodidae merupakan inang alami dari virus Ebola.
- Manusia yang terinfeksi virus Ebola harus mendapatkan perawatan intensif sepenuhnya agar dapat kembali pulih.
- Hingga kini belum ditemukan vaksin atau perawatan yang spesifik yang mampu digunakan sepenuhnya pada hewan atau manusia untuk menjinakkan virus Ebola.
- Virus Ebola dapat ditularkan lewat darah, sekresi organ tubuh atau cairan tubuh lain dari binatang atau manusia yang terinfeksi.
- Di Afrika infeksi dari Ebola terjadi lewat binatang menyusui (Mammalia) yang telah terinfeksi, contohnya simpanse, gorila, kelelawar buah, monyet, kijang serta landak yang telah sakit atau mati.
- Sementara itu penyebaran dari manusia ke manusia terjadi melalui kontak langsung kulit luka, darah, sekresi cairan tubuh lain dari mereka yang sudah terinfeksi.
- Kontak tidak langsung dari lingkungan yang sudah terkontaminasi yang bisa menyebabkan penularan EVD. Bahkan upacara penguburan dimana pelayat melakukan kontak langsung dengan jenazah mereka yang mengidap Ebola bisa menyebabkan penularan virus tersebut.
- Pasien yang sudah pulih dari Ebola masih bisa menularkan virus ini melalui cairan semen (sperma) hingga tujuh pekan ke depan.
- Gejala-gejala orang yang terinfeksi virus Ebola biasanya mulai tampak dalam waktu 2-7 hari setelah infeksi. Gejala-gejala awal berupa demam, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, dan kurangnya napsu makan. Setelah itu ada gejala lanjutan berupa muntah, diare, sakit perut, ruam, dan dalam beberapa kasus perdarahan internal dan eksternal. Perdarahan ini sering terjadi di mata, hidung atau mulut.

0 comments :
Post a Comment